Belanda Membawa Keberuntungan atau Kekejian?
Admin2
March 27, 2025
Penyewaan Superyacht Mewah Dubai Laris Manis di Piala Dunia 2022 Qatar
Admin2
November 27, 2022

Pesantren Siniang adalah nama sebuah tim perawatan Masjid Siniang, Pakkat, Humbang Hasundutan, yang dibuat dalam kapasitas sebagai anak-anak almarhum Jureman Marbun atau akrab disapa Mahmun Syarif Marbun saat studi di Pesantren Musthafawiyah, Purba Baru.
Nama tim ini digagas putra ketiga Julkifli Marbun, MA, dan disetujui H. Ahmad Jubeir sebagai putra sulung, yang prihatin dengan perawatan masjid yang dibangun oleh almarhum dan abangdanya Buya Ali Akbar Marbun, pengasuh Pesantren Al Kautsar Al Akbar dan sejumlah donatur. Semasa hidupnya, almarhum mendedikasikan hidupnya untuk merawat masjid dan kini tradisi tersebut diteruskan oleh anak-anaknya.
Kebersihan Kompleks
Listrik, Air dan Linnya
Untuk Kebersamaan
Untuk Para Almarhum
Peringatan Bersama
Kerja Sama dengan Lain
764
1664
2964
1564
Mendorong pengajian bulanan bagi warga dan anak-anak di sekitar
Memotivasi warga untukmenghafal Alquran dan pelajaran agama lainnya
Membuat Diskusi Keluarga seperti yang sering dibuat alm. Jureman Marbun
Menggiatkan berbagai kegiatan perayaan hari besar Islam
Mendokumentasikan kegiatan oleh tim atau yang lain di Masjid Siniang
Hal lainnya yang mendorong kebersamaan, iman dan solidaritas
“Dalam hadits di atas terdapat dalil (yang menunjukkan) bahwa (yang sesuai dengan) sunnah Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam dalam mendirikan masjid adalah (bersikap) sederhana dan tidak berlebih-lebihan dalam menghiasinya..
Bukanlah yang dimaksud dengan memakmurkan masjid-masjid Allah hanya dengan menghiasi dan mendirikan fisik (bangunan)nya saja, akan tetapi memakmurkannya adalah dengan berdzikir kepada Allah dan menegakkan syariat-Nya di dalamnya, serta membersihkannya dari kotoran (maksiat) dan syirik (menyekutukan Allah Ta’ala)..
“Hanyalah yang memakmurkan masjid-masjid Allah ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, serta tetap mendirikan shalat, menunaikan zakat dan tidak takut (kepada siapapun) selain Allah, maka merekalah yang termasuk golongan orang-orang yang selalu mendapat petunjuk (dari Allah Ta’ala)”
“Dalam hadits di atas terdapat dalil (yang menunjukkan) bahwa (yang sesuai dengan) sunnah Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam dalam mendirikan masjid adalah (bersikap) sederhana dan tidak berlebih-lebihan dalam menghiasinya..
Bukanlah yang dimaksud dengan memakmurkan masjid-masjid Allah hanya dengan menghiasi dan mendirikan fisik (bangunan)nya saja, akan tetapi memakmurkannya adalah dengan berdzikir kepada Allah dan menegakkan syariat-Nya di dalamnya, serta membersihkannya dari kotoran (maksiat) dan syirik (menyekutukan Allah Ta’ala)..
“Hanyalah yang memakmurkan masjid-masjid Allah ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, serta tetap mendirikan shalat, menunaikan zakat dan tidak takut (kepada siapapun) selain Allah, maka merekalah yang termasuk golongan orang-orang yang selalu mendapat petunjuk (dari Allah Ta’ala)”
“Dalam hadits di atas terdapat dalil (yang menunjukkan) bahwa (yang sesuai dengan) sunnah Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam dalam mendirikan masjid adalah (bersikap) sederhana dan tidak berlebih-lebihan dalam menghiasinya..